Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2016

Unknown

Kesaksian dari Joan Corinna "Kita Harus Memberitakan Injil"

Joan Corinna
Saya seorang remaja berusia 15 tahun. Kegiatan saya sehari-hari adalah seorang pelajar dan hanya ke gereja setiap minggunya. Pada Sabtu, 12 Maret 2016, saya harus menjalankan operasi Sinusitis, Amandel dan Polip. Seminggu setelah operasi, secara medis luka bekas operasi saya sudah sembuh, namun yang saya rasakan adalah rasa sakit itu semakin parah karena obat melalui infus. Dalam beberapa hari rasa sakit itu reda, sehingga saya bisa pulang ke rumah.

Ketika kembali ke rumah, rasa sakit itu kembali lagi. Lebih sakit dari sebelumnya, sampai saya kembali ke rumah sakit, langsung ke ruang emergency, untuk penanganan medis. Karena kamar di rumah sakit tersebut penuh, maka saya mendapat kamar 'isolasi'. 

Keesokan harinya, saya pindah kamar ke ruang biasa, pada sore hari. Lalu pada saat jam 5 rasa sakit itu kembali datang, dan saya hanya terbaring lemas. Sampai pukul 11 malam ketika itu saya tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa, tidak bisa minum, tidak bisa makan. Mama saya hanya membasahkan mulut saya yang kering, tiba-tiba rasa sakit itu seperti terbakar, dan menjadi parah. 

Dokter dan suster yang menangani saya bingung dan pasrah harus melakukan apa lagi, karena dosis obat untuk anti rasa sakit yang diberikan kepada saya sudah sangat tinggi. Sampai akhirnya saya merasa tidak kuat saya lemas dan saya merasa jiwa saya sudah tidak ditubuh saya lagi. 

Saya berada di hutan pinus yang lebat, saya berdiri di sebuah pertigaan. Saya melihat ada Goa besar, lalu saya masuk ke dalam Goa tersebut. Di dalam Goa itu terdapat anak goa atau semacam lorong kiri dan kanan. Yang membedakan adalah Goa kiri tersebut gelap, sedangkan Goa kanan tersebut terang.

Lalu ada seorang pria dengan wajah Yahudi datang kepada saya dan berkata "Jangan Takut! ini aku Petrus, murid Yesus." Saya semakin bingung apa maksud dari pria ini. Lalu Petrus menuntun saya menuju Goa kanan yang terang itu. Disana terdapat 2 orang penjaga malaikat dengan jubah putih dan pedang di tangan mereka sehingga membentuh huruf 'X'. 

"Jangan takut dia hanya titipan.", ucap Petrus kepada 2 orang malaikat itu. Akhirnya kedua malaikat itu memberikan saya jalan untuk masuk. Ketika saya masuk, jalanan tersebut berlapisi emas. Lalu Petrus membawa saya ke sebuah tempat yang terdapat seperti mimbar pendeta yang diatasnya terletak buku yang berlapisi emas sampai ke kertas dalamnya. 

"Cari namamu di buku itu!' ucapnya, jujur saya kebingungan mencari nama saya karena banyak nama yang mirip seperti "Joan Corrina, Joana Corrinna" dan sebagainya, dan saya harus mencari nama yang benar-benar milik saya. 

Setelah saya menemukan nama itu, Petrus memberikan garis bawah di nama saya. Menggunakan pena dari bulu burung merpati. Setelah itu saya dibawa masuk kedalam suatu tempat terlihat seperti desa yang sejuk dan indah. 

Ketika saya masuk, badan saya terasa ringan, seperti semua beban di pundak saya telah hilang. Yang saya lihat disana adalah, setiap rumah memiliki inisial pemilik mereka. 'JC'. Lalu disana hanya terdapat 1 ruangan saja. Setiap individu memiliki 1 rumah masing-masing. 

Sampai akhirnya, ada seorang anak seperti berusia 2 tahun datang kepada saya dan menarik jubah putih saya (Saat itu saya baru menyadari bahwa saya memakai jubah putih). "Hi Aunty! Aunty apa kabar? Kok Aunty ada disini?", ucap anak kecil itu sambil menarik jubah putih saya. 

"Kamu siapa?", tanya saya. "Aku Hans, anaknya bunda Okta. Aunty aku denger aku punya adek lagi ya? Aunty jagain Bunda sama Kakak sama Adek ya, titip salam sama Bunda. Aunty jangan pulang dulu. Kasian di dunia mereka, butuh Aunty. Masih banyak yang sayang sama Aunty!", ucapnya sambil pergi bersama teman-temannya. 

Saya disitu sadar jika saya berada di Surga karena anak kecil itu adalah anak kakak saya yang keguguran pada usia kandungan 6 bulan. Saya disitu hanya bisa menangis. Karena saya sudah berada di rumah Bapa. Lalu Petrus mengajak saya ke sebuah bangunan yang terdapat pondasi saja. "Ini rumah kamu, masih 15% itu tandanya belum saatnya kamu pulang kesini." 

Petrus langsung megajak saya ke ujung jalan dimana terdapat istana megah dan indah. Lalu, ketika saya berjalan di jembatan terdengar suara "Akulah jalan kebenaran, tidak ada seorang pun yang dapat ke rumah Bapa, kalau tidak melalui Aku!" (Yohanes 14:6) 

Lalu saya sampai di sebuah ruangan, dimana terdapat 1 buah kursi kosong. "Tunggu disini", ucapnya sambil pergi meninggalkan saya. Saya hanya duduk di kursi kosong tersebut, lalu saya melihat seperti sorotan lampu datang kepada saya. 

Semakin lama semakin mendekat, saya menyadari itu adalah Tuhan Yesus. Saya berlari lalu memeluk Tuhan sambil menangis. Saya menceritakan segala pergumulan saya kepada Tuhan. "Aku ga mau balik kedunia, disana terlalu jahat. Disini aja enak nyaman, aku ga mau balik kesana.", ucap saya. Tuhan menjawab "Anak-Ku, Aku kuat maka engkau juga harus kuat." Lalu Tuhan Yesus membawa saya pergi mengelilingi surga. "Disini rumah dibangun melalui iman. Semakin dalam iman kamu ke Aku, maka semakin cepat rumah ini jadi", ucap-Nya (Wahyu 22: 1-17).

Hingga akhirnya saya berada di sebuah jurang, dimana ketika saya melihat kebawah terdapat banyak lautan manusia yang sudah hancur, dan disiksa. "Yesus! Tolong Saya!" "Yesus Maafkan Saya!" itulah teriakan mereka. Saya melihat Tuhan Yesus sedih dengan apa yang terjadi pada mereka semua.

Lalu saya mencium bau yang sangat busuk dan anyir, saya menyadari Tuhan Yesus tidak lagi di samping saya. Lalu semuanya berubah menjadi hutan pinus kembali, disitu saya bertemu dengan seorang lelaki yang gagah, sangat tampan. 

"Kamu kalo takut kesana, ke tempat aku aja! Tempat aku enak, ga jauh dari dunia kok, disana tenang, enak, nyaman!", ucapnya sambil berjalan mendahului saya. Ketika dia berjalan, saya melihat di belakang tubuhnya terdapat ekor yang panjang.

"Lucifer", ucap saya tiba-tiba. Dia langsung memegang tangan saya lalu berubah menjadi seram sangat seram. Keadaan berubah kembali, saya berada di sebuah jurang yang sama namun ketika itu Lucifer berada di belakang saya, sehinga ia akan mendorong saya, karena selangkah lagi saya akan masuk kedalam neraka itu. 

Suhu disana sangat panas, seperti terbakar. Bau busuk dan menyengat dimana-mana. Lalu Petrus menarik tangan saya. "Dia milikku", ucap Petrus sambil menarik tangan kiri saya. "Tidak! Dia milikku!", ucap Lucifer sambil menarik tangan kanan saya. Ketika saya melihat ke belakang, saya melihat badan saya berada di rumah sakit dan kedua orang tua saya sedang berdoa dan menangis. 

"Jawab saya! Siapa yang kamu percaya?!", teriak Petrus. Saya berteriak sambil menutup mata "JESUS! I BELIEVED YOU!" lalu keadaan berubah, saya berada dipelukan Tuhan Yesus, sambil menangis.

"Pulanglah! Beritakanlah injil keselamatan ini kepada dunia. Karena waktu-Ku sudah sangat dekat.", ucap Yesus. 

Lalu saya merasa saya menyatu dengan badan saya kembali. Saya mendapat penglihatan seperti layaknya film, mengenai kegiatan, aktivitas, dosa, apa yang telah saya perbuat dari bayi sampai besar.

Tidak sampai disitu, 2 hari berturut-turut saya dibawa kembali ke awan-awan, yang saya lihat adalah saya berada di tengah-tengah para malaikat. Lalu saya melihat sebuah pagar emas surga. Ketika saya naik ke pagar itu, terdapat suara "Pulanglah ke dunia! Belum waktunya kau disini!", ucap suara itu. 

Lalu saya dibawa pergi oleh bayangan hitam melihat bagaimana indahnya dunia. Sambil mengajak saya mengikuti dunia. Sampai akhirnya pendeta saya datang pada jam 2 pagi, dan berdoa di kamar rawat inap tersebut. Saya merasa bebas disitu.

Jujur setelah kejadian ini saya didatangi dua kali oleh dua malaikat dengan berkata : "Kamu tahu tugas kamu di dunia ini apa?", ucap mereka. "Tugas kamu bukan stress karena dunia! Melainkan tugasmu adalah menjadi pelayan Tuhan! Kamu harus memberitakan injil ini, memberitakan apa yang sudah kamu dapat ke seluruh dunia. Setelah itu kamu kembali lagi kesana (surga). Ingat! Waktunya sudah sangat dekat!", ucap mereka.

Sejak saat itu saya sadar, dan memohon bantuan Tuhan untuk memberitakan injil ini. Lalu saya bertekad untuk membagi pengalaman saya kepada kita semua. Tugas saya hanya memberitakan kebenaran ini, biarlah Roh Kudus bekerja bagi kita semua. Terima Kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Matius 28:19-20
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Matthew 28:19-20 (ERV)
"So go and make followers of all people in the world. Baptize them in the name of the Father and the Son and the Holy Spirit. Teach them to obey everything that I have told you to do. You can be sure that I will be with you always. I will continue with you until the end of time."

Kamis, 14 Juli 2016

Unknown

Kesaksian Ps. Lukas Kusuma Pada Saat Perayaan Kemerdekaan Amerika


Thank You America
THANK YOU AMERICA. Puji Tuhan kemarin Team yang ikut jalan kaki untuk Prayer Walk memberkati Amerika dari depan gedung BMC sampai Lokasi acara 4th of July lebih dari 400 orang. Semuanya berjalan dengan Sukacita & Kompak. Performance tarian Team BMC dipanggung Welcome America diijinkan memperdengarkan Lagu Pujian bagi Tuhan & Tarian 2x Tampil @15 menit, mendapat respon luar biasa dari pengunjung acara. Team segera menyebar menjadi 100 kelompok untuk mendoakan orang dari berbagai bangsa untuk menerima Yesus & membagi gratis 3000 kaos , 3000 pretzel, 10,000 gelang. Dari Total penghitungan kemarin yang mau didoakan dan Terima Yesus lebih dari 10,000 orang dari berbagai bangsa. Walaupun ada team dengan modal bahasa English terbatas tapi semuanya Berani & Semangat membawa jiwa bagi Yesus. Pujian & Tarian diadakan dengan sukacita ditengah jalan didepan tenda yang kami sewa mendapat Respon yang luar biasa. Banyak pengunjung yang ikut memuji Tuhan & Menari bersama Team. Banyak juga yang merekam dengan hp mereka. Sekitar jam 5 sore mendadak ada kelompok voddo indian memakai baju bulu binatang dan membakar kemenyan dan menari ritual mereka tepat ditengah jalan disamping tenda kami. Langsung kami lakukan peperangan rohani, team segera berdoa mengelilingi mereka dan didepan tenda segera kami naikkan pujian & tarian bagi Tuhan. Setelah kelompok voodo menari 1 tarian, langsung mereka berhenti karena ada 1 orang dari mereka keluar darah dari hidungnya serta mereka langsung kocar kacir karena Yesus kita lebih berkuasa. Penonton yang tadinya menonton kelompok voodo langsung pindah nonton pujian & tarian team yang dilakukan didepan tenda kami. Saya jadi teringat peristiwa peperangan rohani nyata antara Elia dan 400 nabi baal di gunung Karmel. Yesus Dahsyat. Ramalan cuaca kemarin 80% hujan, tetapi hanya mendung sejak pagi. Begitu jam 7 malam kami selesai kemas-kemas barang dan beres semua, barulah turun hujan. Puji Tuhan pujian & tarian team juga diliput di TV NBC, Koran Inquirer Philadelphia. Ada pria tua mendatangi kami dan berkata selama dia mengikuti acara 4th july setiap tahun selama lebih dari 20 tahun, baru tahun ini ada kelompok Kristen yang ikut berpartisipasi dan menjadi berkat luar biasa. Matanya berkaca-kaca dan berkata Terima Kasih buat apa yang dilakukan bagi Amerika. Beberapa pendeta dari gereja Meksiko, Korea, Amerika mendatangi dan senang dengan apa yang kami dikerjakan. Kami juga memberi penghargaan kepada ketua veteran, polisi, pemadam kebakaran serta penyeberang jalan anak sekolah, mereka semua berkata kagum dengan apa yang dilakukan. Yesus Dahsyat. Revival bagi Philadelphia & Amerika Ayo, Bangkitlah Gereja Tuhan....ini waktunya Tuaian Besar. Ini waktunya kita Bukan hanya Jago dalam Kandang tetapi beritakan Injil sampai kejalan-jalan. Salam Tuaian !

Jumat, 24 Juni 2016

Unknown

Ev. Yusak Tjipto Purnomo dipanggil Tuhan


Yusak tjipto purnomo
Pagi ini ketika saya membuka facebook, satu message masuk menanyakan kebenarannya apakah Engkong Yusak Tjipto Purnomo pulang ke Rumah Bapa di Surga ? Saya berkata setahu saya beliau kesehatannya sangat menurun dan dia tidak hadir di acara bahtera, kemudian di wall facebook bertebaran foto engkong Yusak Tjipto dengan ucapan Selamat Jalan Pahlawan Tuhan, Pilar Indonesia. Sejak kepulangan Mak Kiat Nio February 2016, Tuhan Roh Kudus berbicara kepada saya dan mengingatkan saya tentang kesaksian beliau bahwa dia akan pulang tidak lama setelah kepulangan Istrinya Tercinta Mak Kiat Nio. Belum genap sebulan Mak Kiat Nio pulang, Pdt Petrus Agung Purnomo dipanggil pulang oleh Tuhan, belum genap sebulan Mak Kiat Nio dipanggil pulang. Kemudian Roh Kudus berkata kepada saya : “Cari buku-buku yang hambaKu Yusak Tjipto Purnomo yang kamu punya, baca dan pelajari kehidupannya.” Selama beberapa bulan ini saya belajar, membaca buku-buku Engkong Yusak Tjipto Purnomo, terakhir kemarin saya mempelajari tentang Beliau selalu berkomunikasi terus dengan Roh Kudus. Ia memberikan kesaksian bahwa hidup anak-anakNya harus selalu bergantung dengan Roh Kudus, apapun yang akan dikerjakan kita harus tanya sama Roh Kudus. Beberapa hari setelah 100 hari di panggilnya Pdt. Petrus Agung Purnomo, ternyata Tuhan memanggil hambaNya yang dikasihiNya untuk melayaniNya di Istana Raja sebagai “jongosNya” istilah ini dikeluarkan oleh engkong Yusak Tjipto sendiri. Engkong Yusak Tjipto Purnomo pulang hari ini 23 Juni 2016 pukul 00.30. Sejujurnya ketika saya membaca berita kepulangan engkong Yusak Tjipto saya menangis dan hati saya sakit dan tidak rela. Saya ingat tulisan teman saya mengenai tahun 2016 ini adalah Tahun Banjir Air Mata, belum genap setahun sudah 3 orang yang dikasihi kita pulang meninggalkan kita. Tuhan memanggil para pahlawan iman yang dikasihiNya, saya masih ingat pernyataan Tuhan ketika acara Bahtera di Manado : Tuhan berkata : Jika HambaKu Yusak Tjipto Purnomo dipanggil pulang ke Surga maka Pilar yang menahan antikris, bencana alam tidak ada lagi, maka badai itu akan terjadi atas Indonesia.” Salah satu tanda yang dunia yang pernah disampaikan oleh Engkong Yusak Tjipto dan Maurice Sklar bahwa hamba Tuhan Billy Graham dipanggil pulang maka Antikris akan memunculkan dirinya, saat ini engkong sudah pulang. Kita siapkan diri dan rapatkan barisan untuk menjadi satu keluarga yang kuat. Saya banyak belajar dari hidupnya beliau bagaimana dia bergaul dengan Roh Kudus, ia juga disebut sebagai Gudang Mujizat, ketika dia mengalami kecelakaan sepulang dari doa peperangan di Bekasi, menantunya Evi pulang, dia sendiri mengalami pendarahan diotak dan seharusnya dia koma, dia bisa keluar dari mobil yang ringsek, dia masih bisa menelpon anak-anaknya dan ketika dia dibawa ke rumah sakit, dokternya terheran-heran seharusnya pasien yang mengalami pendarahan diotak, dia akan koma dan otaknya bergeser lima cm akan mengalami amnesia ataupun gila. Dia alami Mujizat Tuhan, hanya dengan menurut perkataan Tuhan, secara manusia ada orang yang sudah menyiapkan pesawat untuk mengangkut engkong ke Singapura. Tuhan berkata cukup di Indonesia dan bahkan hanya di Rumah Sakit di Bandung. Tuhan itu ajaib, setelah kejadian itu hanya sebulan setengah ia beristirahat setelah itu dia bisa pergi ke pulau-pulau untuk menyampaikan pesanNya, bahkan sampai ujung timur Indonesia. Papua yang Tuhan cintai dia datang untuk membuka Pintu Gerbang Emas yang ada di Papua. Dokternya sangat terheran-heran dan berkata kamu memang Gudangnya Mujizat, seharusnya kamu gila dan lupa semuanya tidak bisa menyampaikan Firman Tuhan tetapi kenyataannya kamu langsung memberitakan Injil ke pulau yang jauh. Itulah Tuhan yang ajaib. Dia hanya jongosnya Tuhan. Banyak diantara orang yang menyebut dia sesat, tidak benar. Dia hanya diam saja dan santai saja. Saya secara pribadi kagum sama dia, sejak saya SMA saya mengenal beliau lewat Persekutuan Doa Ecclesia. Saya mengikuti RC Ecclesia setiap akhir tahun, kotbahnya sangat santai dan penuh canda tawa tetapi setelah itu acara altar call semua anak muda menangis termasuk saya pada waktu itu. Saya mengikuti RC sejak tahun 1991-1995.Engkong Yusak selalu berkata Keselamatan itu tidak gandeng-gandengan, Belajar Mendengar Suara Tuhan secara pribadi, Berkomunikasi selalu dengan Roh Kudus setiap saat. Jangan apa kata orang, alami sendiri dengan Tuhan. Tuhan sudah memperlihatkan buah-buah kehidupan dalam hidup engkong. Dia adalah hamba yang bersahaja, seorang yang rendah hati. Ketika orang mencemooh dia mengenai masalah-masalah yang dia hadapi, dia tetap menyerahkan sama Tuhan.Engkong Yusak sering mengajarkan kepada kita untuk Percaya sama Tuhan, jangan memakai pengertianmu sendiri, jangan pake logika. Bahkan secara manusia itu mustahil dan tidak masuk akal. Saya adalah salah satu saksi sejarah di Monas, begitu banyak lautan manusia, ratusan ribu orang datang ke Lapangan Monas. Saya bahkan berada dalam salah satu rombongan bus dan mendapat berita ayo doa, urapi bus karena ada sweeping dari salah satu organisasi keagamaan. Puji Tuhan kami memasuki Jakarta tidak terkena sweeping ternyata Tuhan memberikan Shallomnya ketika mereka memasuki Monas, mereka tidak jadi demonstrasi mereka merasakan hati damai sejahtera. Saya dibagian pembagian Karcis Sembako Murah, memang saat itu sangat banyak orang, saya juga sempat melihat engkong dan Pak Daniel naik motor menumpang tangan atas stand-stand sembako, setelah kejadian saya baru tahu ternyata sembako yang disediakan hanya untuk 100.000 orang ternyata yang hadir lebih dari 300.000 orang bukan hanya itu saja ternyata roti yang dibagikan berlimpah-limpah sampai rombongan ibu-ibu dari suatu desa membawa roti dan aqua tidak habis-habis selama beberapa hari. Mujizat lima roti dan dua ikan benar-benar terjadi.Tuhan Yesus terima kasih buat Engkong Yusak Tjipto yang sudah banyak mengajarkan kepada kami mengenai Percaya Tuhan, Bergaul sama Tuhan secara pribadi. Saat ini Tugas beliau sudah selesai di dunia, Kau panggil Dia setelah sampai mengantarkan kami anak-anaknya untuk terbang Higher Than Ever. Seperti Anak Burung Rajawali yang dilatih terbang kini kami terbang sendirian bersama Engkau mengatasi badai yang akan kami hadapi.Tuhan mampukan kami untuk menghadapi semuanya, sesungguhnya kami tidak bisa melakukan apapun tanpa Engkau. Tuhan beri kami jaminan sebab tanpa jaminanMU kami tidak bisa sampai garis akhir. Selamat Jalan Pilar Tuhan untuk Indonesia dan bangsa-bangsa, Selamat Berjumpa kembali saat kami selesaikan tugas kami di bumi. Terima Kasih Buat Teladanmu buat hidup kami. Tuhan Yesus sangat mengasihimu dan sudah merindukan engkau berada di IstanaNya. Higher Than Ever. 





Ditulis oleh: Joshua Ivan Sudrajat S