Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Sang Raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Sang Raja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Unknown

Renungan Harian - Jangan Puas Rohani (5 Agustus 2016)


Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis (Amsal 27:7) Kalau anda sudah puas dengan keadaanmu pada hari ini. Bagaimana Tuhan bisa membawa anda ke tempat yang lebih jauh lagi bersama Dia? Sementara anda sudah puas. Sebab orang yang merasa puas dan kenyang dia merasa tidak butuh lagi. Saya kuatir orang kristen pada akhir zaman ini sudah puas dengan keadaannya. Padahal Tuhan menyediakan yang jauh lebih ajaib, rencana Tuhan, destiny-mu sebenarnya luar biasa. Kita merasa sudah hebat, kita merasa sudah lebih dari cukup, kita merasa anugrah Tuhan sudah luar biasa, Anda merasa sudah lumayan dibandingkan dengan orang lain. Kalau itu sikap kita, itu adalah sikap orang yang berhenti rohaninya. So...jangan pernah merasa puas!


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Mental Yang Miskin (4 Agustus 2016)


Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (Luk.4:18) Tuhan berkata kepada teman saya: "Kamu akan memberitakan kabar baik kepada orang miskin". Tetapi mental miskinmu harus dibuang. Kemiskinan itu bukan ketika Anda tidak punya uang, tetapi terdapat pada mental kita. Saya pernah mendoakan seorang jemaat baru yang latar belakangnya bukan orang Kristen, dia lahir baru dan terima Tuhan Yesus, dia menganggur dan tidak punya kerja, saya doakan dan mintakan berkat Tuhan. Singkat cerita dia diberkati Tuhan luar biasa dan bisa beli mobil pick up untuk sarana kerjanya. Satu hari mobilnya dibawa ke gereja dan dipersembahkan buat Tuhan. Mentalnya kaya, sementara orang yang punya pabrik mobil seringkali memberi mobil pun dengan berat hati. Saya mau tanya, Anda mau memberitakan kabar baik kepada orang miskin? Jangan lakukan, kalau Anda sendiri masih miskin dan perlu diberi kabar baik. Kemiskinan bukan berapa sedikitnya uang yang ada pada kita, tetapi mentalitas kita.




(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Sepatah Kata 2 (3 Agustus 2016)

Selain kedua hal yang disebutkan kemarin, masih ada tiga hal yang dapat kita tarik hikmahnya:(3) "...sebab dia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung rumah ibadat kami..." Dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada. Hatinya tertuju kepada Tuhan Yehova dan membuat hartanya juga ia ekspresikan kesana. Uang itu ekspresi hati kita. (4) Perwira itu menyuruh beberapa tua-tua Yahudi datang kepada Yesus, untuk meminta Ia datang menyembuhkan hambanya. Perwira ini memahami protokoler, tercermin dalam bentuk penghormatannya dan kasihnya kepada orang-orang Yahudi dan kepada Yesus. Orang ini sangat bijaksana dan bukan orang yang main tabrak. (5) "...perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya..." Untuk mengungkapkan kepada Yesus, dia tidak bisa memakai orang lain, kecuali orang-orang yang mengenal betul hati-Nya. Kerinduan hati Tuhan yang paling dalam adalah kalau makin banyak anak-anak-Nya yang dapat menangkap apa yang Dia mau, dan melakukan apa pun yang menyenangkan hati-Nya.


Lukas 10:27 (TB)  Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)



Unknown

Renungan Harian - Sepatah Kata 1 (2 Agustus 2016)

Bacalah lukas 7:1-10 "Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh". Perkatakaan itu merupakan ungkapan kedalamaan yang dimiliki dan pengertian yang dipunyai oleh perwira kapernaum ini. Di belakang kalimat pendek itu ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari perwira ini. Minimal ada lima hal yang akan menjadi berkat bagi kehidupan kita: (1) Dia seorang atasan yang masih bisa memberikan penghargaan kepada orang yang di bawah. Itulah suatu kualitas hidup. Belajarlah menghargai orang lain, entah seseorang sejajar dengan anda secara ekonomi atau status sosial atau pendidikan ataupun tidak. Kualitas hidup tergantung dari kemampuannya menghargai yang di bawah. (2)"...ia bukan orang yahudi tetapi mengasihi bangsa yahudi". Inilah hati yang Tuhan cari, yaitu yang mengasihi apapun yang Tuhan kasihi, orang yang menyukai apa yang Tuhan sukai, mempunyai detak jantung sama dengan detak jantung Tuhan.


Lukas 10:27 (TB)  Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)


Unknown

Renungan Harian - Doa Mohon Kedewasaan (1 Agustus 2016)

Tidak ada orang yang dapat mengerti apa yang Engkau inginkan Tuhan, kecuali Roh-Mu yang menjelaskannya, menuntun aku pada pengertian-pengertian Tuhan yang ajaib. Sesungguhnya aku terlalu jauh untuk sampai dapat memahami hati dan pikiran-Mu ya Tuhan. Aku tidak dapat menyelami karya-Mu, karena itu aku sungguh berdoa, aku perlu Roh Kudus untuk membuat aku mengerti Tuhan. Nyatakan kehendak-Mu,ya Tuhan, supaya nama-Mu dipermuliakan. Ubah hidupku,semakin dewasa dan kenal engkau buat hidupku tidak pernah sama lagi. Terima kasih Tuhan,Engkau sungguh Tuhan yang luar biasa, aku permuliakanlah nama-Mu karena Engkau Tuhan yang peduli akan hidupku. Demi nama Yesus kristus, Tuhan dan Rajaku, Amin


Mazmur 91:15 (TB) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Yesus Heran (31 Juli 2016)

Bacalah Lukas 7:1-10 "...Yesus heran akan dia..." Sebenarnya Yesus bukan hanya heran dengan perkataannya, tetapi yang mengherankan Yesus adalah seluruh kepribadiannya, kekayaan pengertiannya, understanding-nya, 'kedalaman'-nya. Jika Tuhan, yang seringkali melakukan hal-hal yang mengherankan menjadi heran, berarti hal itu luar biasa mengherankannya. Memang seringkali Tuhan heran akan kita: mengapa kita sulit percaya, mengapa kita tidak bisa setia, mengapa kita tidak bisa mengucap syukur, mengapa kita menggerutu terus, mengapa tidak bertumbuh kerohaniannya? Memang setiap hari Tuhan heran akan kita, tetapi dengan pengertian yang negatif. Jika kita heran akan Tuhan, itu juga hal yang tidak mengherankan, karena Dia Tuhan yang suka membuat kejutan yang ajaib dan luar biasa. Tetapi kalau sampai Yesus heran akan seseorang, lebih-lebih lagi dia bukan orang Yahudi, itulah sesuatu yang harus kita perhatikan. Biarlah Dia heran akan kita, bukan karena kita tidak percaya, bukan karena kita seenaknya, tetapi karena melihat di hidup kita ada sebuah kualitas keberadaan sikap hati yang sungguh-sungguh menyenangkan hati-Nya.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)